Sabtu, 17 Desember 2011

Shalat

1. Shalat adalah tanda keberuntungan (Al Falah). Sungguh beruntung orang beriman, yakni mereka yang khusyu’ dalam -nya {QS 23: 1-2}. 
2.  yang dipelihara adalah amalan pewaris surga Firdaus, mereka akan kekal di dalamnya. {QS 23: 9-11}
3.  yang ditegakkan mencegah ahlinya dari berbuat keji (terkait syahwat & rahasia) & munkar (terkait hak umum & terbuka). {QS 29: 45}
4. Ahli  diperhatikan Allah sepenuhnya, rinci tiap gerak-geriknya; berdiri maupun beralihnya, di antara orang sujud. {QS 26: 218-219}
5. Ahli  berbincang mesra dengan Allah dalam doa & bacaan Fatihah-nya; kala dia mengucap tahmid, Allah berfirman "HambaKu memujiku..
6. ..jika dia berkata, "Maliki yaumiddin", Allah jawab, "HambaKu mengagungkanKu!" Kemudian, "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in"..
7. ...Allah balas, "Ini antara Aku & hambaKu!" Lalu, "Ihdinash shirathal mustaqim", Allah sahut, "Kukabulkan segala pinta hambaKu!" 
8.  itu menenteramkan hati. “Dirikanlah shalat untuk mendzikirKu!” {QS 20: 14} ~> “Dengan dzikruLlah hati jadi tenteram.” {QS 13: 28}
9.  itu menghapuskan dosa. “Shalat yang lima, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan menghapus dosa di antara kesemuanya..” {HR Muslim}
10.  menyuci jiwa seperti “Orang nan rumahnya dekat sungai, dia mandi 5 kali sehari. Adakah kotoran tersisa?” {HR Muslim & Ibn Majah}
11.  adalah istirahat bagi jiwa-jiwa yang dilelahkan oleh da’wah, jihad, & segala kebaikan. “Ya Bilal, rehatkan kami dengan shalat..”
12.  adalah bagian pemenuhan janji menjadi hamba Allah, maka sebagaimana tiap janji; ia berwaktu & berbatas. {QS 4: 103}
13.  ialah hal agung pertama nan dipersembahkan pada Allah oleh hamba yang taat. "..Shalatku, ibadahku, hidup & matiku..” {QS 6: 162}
14.  ialah ‘mashdarul mushaffaat’; sumber segala kesucian, lahir-batin, ruh-akal-jasad, badan-pakaian-tempat; dari hadats & najis.
15.  itu Mahalul Munajah; tempat memuja & meminta. Maka “tak pantas diucap di dalamnya selain tasbih, tahmid, istighfar.” {HR Malik}
16.  itu Waqtul Mustajabah; doa paling didengar. Maka di bacaan shalat, kita bermesra dengan yang penting, tak sempat menghiba dunia.
17. Yang ber-mi’raj menghadap Allah langsung memang hanya Sang Nabi, tapi “ adalah mi’raj-nya orang beriman.” {HR Al Bukhari}
18.  itu ibadah yang diwajibkan bagi mukallaf; baik mampu atau tidak, sehat atau sakit, bepergian atau mukim; bahkan ketika mati.
19.  itu pemisah keimanan & kekufuran. “(Batas) antara mukmin & kafir ialah meninggalkan shalat (dengan sengaja).” {HR Ahmad}
20.  ialah perkara pertama yang diperhitungkan di hari kiamat & dijadikan tolok ukur baik-tidaknya keseluruhan ‘amal. {HR Abu Dawud}
21.  itu tiang agama; siapa mendirikannya, dia telah menegakkan agama. Siapa meninggalkannya, dia merubuhkan agama. {HR Al Baihaqi}
22. Dalam  terdapat keadaan seorang hamba paling dekat pada Rabbnya, yakni di kala sujud. Maka perbanyaklah doa bermesra. {HR Muslim}
23.  adalah tempat paling utama mengamalkan IHSAN: menyembah Allah seakan melihatNya. Jika tak bisa; yakin bahwa Allah melihat kita.
24.  didahului wudhu’, jadilah ia cahaya kemilau seorang mukmin kelak di hari kiamat. Maka mari sempurnakan wudhu’. {Muttafaq ‘Alaih}
25. Begitu sekelumit tentang  Shalih(in+at), moga sudi ‘amalkan & tebarluaskan jika manfaat. Semoga Allah kuatkan kita jaga shalat;)


Taken from: Kultwit Salim A Fillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar